Kopdar Wongkito yang Ketiga Makin Ramai

kopdar wongkito ketiga

Awan mendung tiba-tiba menampakkan sosok matahari dan memancarkan sinarnya yang cukup menyengat kulit, Sabtu siang kemarin. Tapi, setelah saya masuk di depan pintu Mall Palembang Square (PS), agak terasa lega. Udara yang cukup dingin dari AC mengeruap di dalam mall berlantai tiga itu menyejukkan sekujur tubuh saya.

Selama perjalanan mengendarai mobil Taft Daihatsu warna merah tahun 1970-an milik ayah saya, tidak pernah menggunakan AC sama sekali. Jadi, wajar saja terasa agak panas. Satu-satunya cuma mengandalkan angin sepoi-sepoi dari balik jendela mobil. Ditemani Triana setelah menjemputnya dulu di rumahnya dekat Komplek Pusri. Lalu, menjemput Kiki, teman sebaya Triana yang kebetulan sedang latihan teater di SMP Kartika, sekitar 100 meter dari Pasar Lemabang. Kami bertiga langsung menuju Restoran Solaria di mall PS.
Triana Haryani nama lengkapnya. Ia lulusan SMA Negeri 5 Palembang tahun 2006. Sekolah/almamater yang sama dengan saya juga. Tri, begitu biasa saya memanggilnya, tutur katanya sopan dan suaranya lembut. Nyaris tak terdengar. Meskipun masih muda, Ia kini sudah bekerja di sebuah lembaga pendidikan komputer cukup terkemuka di Palembang.

Sedangkan Kiki, adiknya Pandu yang juga teman satu angkatan saya waktu SMA dulu, kebetulan diajak Tri ikut bersama di acara kopi darat atau kopdar. Dalam istilah kopdar, dikatakan wikipedia Kampung Gajah, artinya bertemu langsung di darat, tidak lagi di udara atau via internet. Dulu istilah kopdar sering akrab digunakan para ‘breaker’ atau pengguna komunikasi handy talky (HT) dan juga radio amatir. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka istilah kopdar sepertinya lebih melekat pada komunitas blogger.

Ramai orang hilir-mudik. Padahal, mall itu cukup luas dan besar. Tetap saja kalau ramai, rasanya kalau jalan terasa kurang leluasa. Di beberapa gerai makan tampak ramai orang makan di sana ketika saya berada di lantai satu. Rencananya kita akan kopdar di lantai tiga. Tapi, kemudian saya menduga pasti akan lebih ramai lagi para pengunjung yang makan di sana.

kopdar juga

Sesampai di lantai tiga, tidak sulit menemui tempat acara kopdarnya. Tampak dari depan banyak orang tengah mengisi tempat duduknya masing-masing sambil menikmati santapan makanan yang dipesannya. Berjalan penuh pasti masuk ke dalam Restoran Solaria, akhirnya beberapa teman sudah duduk-duduk dan menunggu kedatangan kita di sana (kayak pejabat aja ya. Hehe..). Padahal, masih ada yang belum tiba tepat waktu yang dijanjikan pukul dua siang.Terlihat enam meja putih saling dirapatkan. Sebuah tulisan “Reserved” di atas meja itu. Warnanya ungu, sama seperti warna dinding di tempat itu. Barangkali warna khas Restoran Solaria yang cukup artistik menempati di mall ini. Saya duduk di sebelah Aulia dan Ibunk. Ada Ardy ketawa-ketiwi dengan para pendamping setianya, Rahmat, Petrus dan Mumud. Yang cukup mengagetkan saya mendengar celetukan Ardy menyebut Petrus dengan Mr P. (Haha…maaf buat Petrus, bukan maksud menertawakan Petrus, ini sekedar guyonan dan banyolan). Entahlah, guyonan macam-macam sudah ‘mengocok’ perut mereka.

Acara yang ditunggu sebelum diskusi dan bahas-bahas yang lain, memesan makanan dan minuman. Sebelum berangkat, dari rumah memang sudah sengaja meninggalkan perut kosong untuk makan di Solaria. Ini kedua kali saya makan di sana. Yang pertama ditraktir Aziz, teman saya yang baru menikah Sabtu kemarin dan mengajak teman-teman dekat lainnya sekitar tujuh orang.

Kebanyakan para pelayan di restoran itu adalah perempuan. Semuanya mengenakan seragam berwarna hitam dan ber-makeup seperti akan kondangan. Ya, terlihat seperti Sales Promotion Girl/SPG kosmetik dengan mata bercelak, bibir berlipstik, dan bedak tebal menutupi permukaan kulit wajahnya.

Yang mengherankan buat saya, jika telah memesan makanan dan minuman yang kita inginkan, sang pelayan akan menghitung total jumlah biaya yang kita pesan, kemudian meminta membayar langsung. Saya malah baru tahu makan di tempat ini harus membayar dulu, baru makanan dan minuman dibuat sang koki di dapur lalu segera dihidangkan. Agaknya, memang harus menunggu cukup lama pesanan yang kita inginkan jika saat itu sedang ramai pengunjung. Seperti waktu itu, pengunjung lumayan ramai dan kita cukup lama menanti satu per satu hidangan datang ke meja kita.

Ardy, sang ketua Wongkito, berinisitif memulai berbicara di depan teman-teman yang dihadiri sekitar 26 orang. Ini Kopdar terbanyak yang pernah diadakan. Satu per satu mendapat giliran memperkenalkan diri, meskipun ada beberapa blogger yang (mungkin) baru pertama kali ikut kopdar ini.

Karena banyaknya yang hadir, agaknya sulit sekali mendengar secara khusuk penjelasan dari Ardy, Mumud dengan ID card-nya, Jafis dengan rencana buat profile Wongkito, dan Wahyu dengan recana bersilahturahmi dengan Walikota Palembang untuk mengenalkan komunitas Blogger Palembang (Wongkito). Agak samar-samar mendengar mereka bicara satu per satu, karena ramai suara pengunjung lain yang ada di sana.

Tak banyak diskusi dan pembahasan ketika itu, tapi saya cukup senang bisa bertemu dengan teman-teman blogger yang kebanyakan berdomisili di Palembang. Ternyata, saya masih menjadi tamu paling jauh yang hadir di acara kopdar ketiga ini. Mudah-mudahan kopdar keempat mendatang bisa bertemu lagi ya. Mohon maaf teman-teman yang di seberang meja nun jauh di sana tak sempat berbincang dan berbagi cerita. Konferensi Meja “L” kita cukup ramai kan? Hehe..

Please follow and like us:

21 thoughts on “Kopdar Wongkito yang Ketiga Makin Ramai”

  1. *ehm..ehm* suara saya lembut dan nyaris tak terdengar yah? hihihi…perasaan gak juga deh..oh ya kiki tuh gak sebaya sama saya..dia lebih tua 3 tahun dari saya. Saya baru pertama kali ikut kopdar, seru juga bisa ketemu sama rekan2 yang selama ini cuma kenal di dunia maya, hehehe :D.

  2. waaa.. mau ikutt…
    kemaren juga kita ngadain training ndoyok. blogger lain yang mau ikut bisa datang ke jogja. tu dblog gwa ada sedikit repiewnya riek.

  3. Palembang…….jadi kangen sama kota ini….. Terakhir tahun 2007 bln Agustus….hehehhe…. Ikutan team Trainer PT SQI di Hypermart…….. Sayang cuman 1 hari merasakan keindahannya….. Banyak berubah eui…….salut……tapi sempet keliling-keliling hehehe…….naik angkot uniknya……tapi pgn naik yang kayu sdh nggak ada lagi ye………….

    KOPDAR lagi ajak-ajak ye……insyallah ikut…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *