Memberi Materi Jurnalistik di Fakultas Kedokteran

pelatihan jurnalistik kedokteran unila

Dari judul yang saya buat di atas cukup panjang. Padahal, saya suka memberi judul posting di blog dengan yang pendek dan singkat. Tapi, ya ngga apa-apa. Sebuah judul tulisan mewakili isi keseluruhan tulisan. Sesekali saja.

Sabtu siang kemarin (24/5), saya diminta Exsa untuk mengisi pelatihan jurnalistik untuk teman-teman persiapan Fakultas Kedokteran Unila. Saya memberi materi pengenalan jurnalistik dan dapur redaksi. Ada delapan mahasiswa yang ikut kelas pelatihan yang saya ampuh ini. Lima cewek dan tiga cowok. Satu lagi Exsa, senior mereka dan juga pernah di BEM FK Unila.

Awalnya saya diminta Exsa untuk membimbing adik-adik tingkat mereka (angkatan 2006,red) untuk membentuk sebuah lembaga pers mahasiswa (LPM) di fakultas mereka. Saya menyambutnya positif dan mendukungnya. Berarti akan bertambah LPM fakultas di FK. Setidaknya saya pernah bilang ke Exsa, masing-masing fakultas memiliki kekhasan dalam menyajikan medianya untuk teman-teman di fakultasnya. Karena segmentasi mereka terbatas di fakultas masing-masing.

Di kampus, baru ada sedikit lembaga pers mahasiswa di tingkat fakultas. Dari tujuh fakultas yang ada, saya perhatikan hanya tiga LPM fakultas yang cukup aktif menerbitkan media mereka (buletin, tabloid dan majalah). Di Fakultas Ekonomi (FE) punya LPM Pilar. Di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ada LPM Republica. Di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) punya LPM Natural.

Sebenarnya ada beberapa LPM di fakultas lain yang tidak terlihat lagi. Mereka ada nama. Tapi, Timbul-tenggelam. Sebenarnya saya mulai khawatir dengan beberapa LPM yang tidak sudah terlihat tidak aktif kembali menerbitkan media mereka sejak tahun 2003 lalu. Tapi, sebelum tahun itu cukup banyak saya perhatikan geliat para aktivis pers mahasiswa fakultas menerbitkan medianya. Mungkin saat itu dipimpin era angkatan para aktivis mahasiswa yang masih merasakan ‘ruh’ reformasi 1998.

Berbeda dulu, berbeda sekarang. Dulu ya dulu. Sekarang ya sekarang. Setiap masa/zaman diisi para penggiat mahasiswa yang berbeda-beda cara kepemimpinannya. Saya lama-lama memaklumi itu. Terkadang saya memikirkan kenapa dulu bisa, tapi sekarang ngga? Kenapa para senior mereka bisa militan, tapi sekarang justru bermental apatis dan tidak tahan ‘banting’.

Ya itu lah dulu yang saya rasakan begitu berat merasakan setiap momentum pembelajaran menjadi ‘manusia’ yang bisa bertahan dengan segala tantangan, tekanan, dan pengorbanan.

Please follow and like us:

8 thoughts on “Memberi Materi Jurnalistik di Fakultas Kedokteran”

  1. LPM yang timbul tenggelam bisa jadi karena satu faktor, kurangnya strategi dari para pengelola LPM untuk menjaga motivasi para anggotanya agar tetap tinggi.
    Ada satu faktor yang perlu diperhatikan, yaitu appreciation. Ketika para kontributor menerbitkan karya mereka pada mereka, appresiasi apakah yang mereka dapatkan? Dan bagaimana menjaga kesinambungan kerja mereka agar mereka tetap stay on the road?
    Mungkin salah satu solusi yang bisa dipakai adalah prinsip-prinsip komunitas, sebagaimana yang dipakai di WordPress ini. Para membernya saling mengunjungi dan membentuk network traffic yang semakin lama semakin membesar.

  2. wiuuu, eriek…
    Awas be budak FK Unila, jangan sampe kecantol Eriek! bahaya!
    Riek, kapan2 maen ke LPM FK Unsri ye…
    namonyo Medifka, Ketounyo Ferazona, via Jasmin WK dakpapo.
    (melok promosi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *