Dari Taman Hutan Kota ke Krakatoa Nirwana Resort

Sebuah Train-Kite sengaja diterbangkan oleh panitia Festival Layang-Layang sambil dibantu dengan angin yang bertiup cukup kencang sore itu. Talinya diikat ke bagian belakang mobil. Beberapa orang mencoba menarik-narik tali itu. Ternyata cukup kencang bak menarik tarik-tambang ketika lomba 17 Agustus.

Train-Kite itu ada 32 buah. Masing-masing lebarnya antara 60-70 cm. Wajar saja untuk menarik Train-Kite sepanjang itu, tak ada yang sanggup menarik sendiri. Paling tidak perlu dibantu 3-5 orang.

Para pengunjung yang datang sambil melihat Train-Kite merasa kagum. Bahkan, sejumlah anak-anak mencoba menarik Train-Kite itu. Tampaknya meraka tak sanggup menariknya karena Train-Kite yang telah di atas udara itu cukup kencang terikat di bagian belakang mobil.

Continue reading “Dari Taman Hutan Kota ke Krakatoa Nirwana Resort”

Please follow and like us:

Festival Layang-Layang Lampung Tahun 2008

Lampung Kite Festival (LKF) 2008 yang diadakan sejak hari Jumat-Sabtu (22-23/08) di Taman Hutan Kota, Way Halim, Bandarlampung dan Minggu (24/08) di Kalinda Resort, cukup mengesankan buat saya. Apalagi ini even pertama kali saya ikuti sebagai panitia kegiatan berlangsung. Saya jadi tahu sekaligus merasakan bagaimana menerbangkan bermacam-macam layangan berukuran kecil sampai layangan yang berukuran besar dan lebih tinggi dari tinggi badan saya.

Hari pertama (Jumat, 22 Agustus 2008), LKF 2008 dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, M. Natsir Ari. LKF 2008 ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Festival Krakatau 2008 yang berlangsung dari tanggal 23-31 Agustus 2008. Natsir meresmikan pembukaan Festival Layang-Layang 2008 itu dengan menerbangkan pesawat aeromodeling milik teman-teman Teknik Elektro Unila. Tapi, sayangnya pesawat itu tak mau terbang.

Sejumlah layang-layang dari yang kecil hingga yang besar di letakkan di atas tanah lapangan. Beberapa panitia menerbangkan layang-layang. Saya tertarik mencoba menerbangkan layang-layang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Mungkin lebarnya selebar kedua tangan saya.

Mengenakan kaos putih berlogo Visit Lampung 2009 dan di belakangnya bertuliskan “Lampung Kite Festival 2008” dan penutup topi yang biasa saya kenakan saat berpergian keluar, saya berlari-lari kecil menerbangkan layang-layang di lapangan. Meskipun suasana terik matahari semakin panas menyengat kulit, tapi tidak menyurutkan saya bermain layangan.

Continue reading “Festival Layang-Layang Lampung Tahun 2008”

Please follow and like us:

Kecelakaan Kereta Api Terjadi (lagi)

Kecelakaan Kereta Api penumpang Limex Sriwijaya jurusan Kertapati (Palembang)-Tanjung Karang (Bandarlampung) terjadi sekitar pukul 7 pagi tadi (Sabtu, 16/08) di daerah Kampung Baru, Kedaton, Bandarlampung. Kereta api Limex Sriwijaya yang mengangkut penumpang dari arah Palembang itu menabrak lokomotif Kereta Api Batubara rangkaian panjang (babaranjang) yang sedang berhenti di jalur rel.

Sebelum terjadi kecelakaan itu, saya cukup sering lewat perlintasan di kawasan itu. Ada dua jalur rel kereta api di sana. Kereta api yang mengangkut babaranjang tidak berhenti di jalur biasanya. Justru berhenti di jalur satunya lagi. Dua jalur rel fungsinya untuk saling bergantian kereta api saat berpapasan di dua jalur rel tersebut. Intinya, salah satu kereta api harus berhenti dan menunggu kereta api yang berlawanan datang di jalur rel perlintasan sebelahnya.

Continue reading “Kecelakaan Kereta Api Terjadi (lagi)”

Please follow and like us:

Wongkito Goes To School: Merambah ke Dunia ABG

Di sebuah ruangan di lantai dua ada banyak anak berseragam coklat Pramuka. Cukup ramai saat saya mencoba mengintip ke dalam ruangan dari pintu. Ruang yang dipenuhi anak-anak seragam coklat itu bernama Ruang Multimedia. Terdengar pengeras suara agak keras hingga keluar di seputar koridor ruangan. Suara perempuan dan lelaki saling bergantian menjadi narasumber. Mereka terlihat atraktif membawakan acara.

Anak-anak seragam coklat itu adalah perwakilan dari masing-masing kelas siswa SMA Negeri 3 Palembang. Lebih tepatnya perangkat kelas (ketua kelas, sekretaris dan bendahara). Sekolah menengah atas yang terletak di Jalan Sudirman Palembang. Lokasinya bersebelahan dengan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah. Sepanjang jalan itu seperti kawasan pendidikan karena bertaburan lembaga pendidikan untuk bergaram profesi.

Continue reading “Wongkito Goes To School: Merambah ke Dunia ABG”

Please follow and like us: