Waspada Minimarket Jual Minuman Keras!

Baru saja saya membaca tulisan di sebuah milis, si penulisnya menceritakan kegusarannya atas minimarket yang semakin menjamur akhir-akhir ini. Bukan soal menjamurnya minimarket dari jalan-jalan protokol yang ramai lalu lintas kendaraan,  sampai masuk ke lingkungan pemukiman rumah penduduk. Si penulis menemukan minimarket yang mempunyai waralaba se-Indonesia itu menjual minuman keras! Seketika saya terkejut dan baru mengetahui setelah membaca tulisannya di milis itu. Padahal di dekat rumah saya, memang ada berdiri minimarket waralaba itu. Tapi saya tidak pernah berbelanja di sana dan lebih memilih belanja di warung tetangga atau minimarket non-waralaba. Saya pernah menulis soal minimarket di sini.

Sebagai seorang muslim, pasti kita sepakat yang namanya minuman keras (terutama mengandung alkohol) adalah haram dikonsumsi. Jangankan mengonsumsinya, menjualnya saja sudah haram! Maukah memperoleh rejeki dari hasil perniagaan (menjual minuman keras)? Tentu kita pasti tidak ingin daging dan tulang di dalam tubuh kita tumbuh dari hasil perolehan yang haram.

Continue reading “Waspada Minimarket Jual Minuman Keras!”

Please follow and like us:

Kapan saat yang tepat menulis?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kapan saat yang tepat Anda menulis? Kalau saya menulis memilih pada waktu malam hari. Terserah jam berapa saja. Asalkan belum mengantuk dan tidak kesibukan lainnya. (Lah!? sibuk apaan malam-malam?).

Dulu ketika masih aktif di organisasi pers mahasiswa (namanya “UKPM Teknokra“. UKPM kepanjangan dari Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa), teman-teman mulai dari senior yang ‘menularkan virus’ begadang. Ya, menulis pada waktu malam hari. Ada yang sambil merokok dan minum kopi. Wah!! rasanya punya sensasi berbeda deh!

Meskipun ‘virus’ ini menulari saya, tidak serta ikut tertular dengan merokok. Saya sudah ‘nawaitu’ tidak akan merokok. Entah bagaimana pun mau ditawari rokok jenis apa pun. Kalau kopi, ya bolehlah!! Kopi yang benar-benar telah berhasil ‘meracuni’ saya. Beruntung tidak sampai lebih dari satu gelas sehari.

Continue reading “Kapan saat yang tepat menulis?”

Please follow and like us: