Seimbang

Pernahkah berpikir, apakah kehidupan yang kita jalani sudah seimbang? Misalnya, dalam sehari 24 jam membagi waktu untuk ibadah, bekerja, keluarga, masyarakat, dan lain-lain. Nah, berapa persen masing-masing itu tadi? Ada orang yang hidupnya memikirkan bekerja saja. Ada pula hidup untuk mencari uang sebanyak-banyaknya. Ada orang seperti itu kan?

“Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku” (Al Qur’an Surat adz-Dzariat ayat 56). Sudah jelas Allah menerangkan di dalam Al Quran, bahwa kita ada (hidup) saat ini tujuannya untuk beribadah kepada-Nya. Kira-kira bagi orang awam, beribadah itu cuma solat, puasa, zakat, dan naik haji ya? Padahal ibadah itu maknanya sangat luas dan banyak sesuai syariat yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Manusia yang diberi amanah Allah sebagai khalifah di bumi, selayaknya menggunakan waktu selama hidupnya untuk mengabdi kepada-Nya. Tapi, mungkin kita kadang-kadang lupa pada saat tertentu yang kita lakukan semata-mata hidup untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri dan keluarga (bagi yang sudah menikah).

Saat ibadah khusus, seperti solat, puasa, zakat atau naik haji, kita baru ingat Allah. Sementara ketika bekerja, bertetangga, bermasyarakat, dan lain-lainnya malah lupa kepada-Nya. Sesungguhnya di sana pula ada pahala ibadah, apabila kita selalu niat ibadah karena Allah. Bukan karena ingin dipuji orang, dianggap bermasyarakat, dan lain-lain. Kita memang harus selalu ingat dan ‘memasang’ niat perbuatan kita karena-Nya.

Please follow and like us: