Mukjizat Al Quran dan Sumsel Menghafal

Kebanyakan orang Islam memahami bahwa Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan mukjizat kepada Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, yakni kitab suci Al Quran.  Inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya yang diturunkan melalui Malaikat Jibril secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Hingga sampai detik ini dibaca, dihafal dan diamalkan seluruh umat Islam di dunia. Tapi, sudahkah kita mengetahui apa saja mukjizat Al Quran ini?

Mungkin masih banyak tidak tahu bahwa salah satu mukjizat Al Quran membuat orang yang membacanya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan sedekah kepada orang-orang yang (berusaha) menghafal Al Quran, akan menjadi kaya dan banyak mendapat kemudahan urusannya. Kok bisa?

Continue reading “Mukjizat Al Quran dan Sumsel Menghafal”

Please follow and like us:

Tentang Popularitas

privasiPopularitas berasal dari kosakata populer, berarti: dikenal dan disukai banyak orang; disukai dan dikagumi orang banyak (KBBI: 1988: 695). Popularitas menjadi sebuah hal yang dekat dengan kalangan artis dan politisi. Barangkali dua kalangan itulah yang sedang ‘naik daun’ di ruang publik belakangan ini.

Seperti halnya para artis lebih banyak menghiasi di layar kaca hampir di seluruh setiap stasiun televisi swasta. Melalui tayangan infotainment, wajah artis tampil di sana. Sudah lumrah buat kita semua, tayangan yang isinya kawin-cerai, pertikaian, pertengkaran, keretakan rumah tangga. Sudah jenuhkah masyarakat yang menjadi penonton?

Baiklah, media massa macam stasiun televisi yang menyiarkan tayangan infotainment yang isinya kebanyakan artis itu, merupakan agenda setting media. Media massa menentukan sendiri, mana yang menarik untuk disiarkan dan mana yang tidak. Saya ingat jargon yang sering menjadi perburuan para jurnalis untuk memiliki nilai berita (news value) tinggi adalah bad news is a good news. Anda sepakat?

Continue reading “Tentang Popularitas”

Please follow and like us:

Wongkito Goes To School: Merambah ke Dunia ABG

Di sebuah ruangan di lantai dua ada banyak anak berseragam coklat Pramuka. Cukup ramai saat saya mencoba mengintip ke dalam ruangan dari pintu. Ruang yang dipenuhi anak-anak seragam coklat itu bernama Ruang Multimedia. Terdengar pengeras suara agak keras hingga keluar di seputar koridor ruangan. Suara perempuan dan lelaki saling bergantian menjadi narasumber. Mereka terlihat atraktif membawakan acara.

Anak-anak seragam coklat itu adalah perwakilan dari masing-masing kelas siswa SMA Negeri 3 Palembang. Lebih tepatnya perangkat kelas (ketua kelas, sekretaris dan bendahara). Sekolah menengah atas yang terletak di Jalan Sudirman Palembang. Lokasinya bersebelahan dengan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah. Sepanjang jalan itu seperti kawasan pendidikan karena bertaburan lembaga pendidikan untuk bergaram profesi.

Continue reading “Wongkito Goes To School: Merambah ke Dunia ABG”

Please follow and like us:

Orang Lampung Akrab dengan Sastra sejak Lahir

udo

Sejak lahir hingga ajal menjemput, orang Lampung mengenal dan akrab dengan sastra. Ada banyak sastra Lampung dari para leluhur terdahulu. Kata Iswadi Pratama, Sastrawan Lampung, karya sastra para leluhur itu membuat ia tak sanggup menandingi kata-kata yang tertuang dalam sastra lama itu. Ia kagum, sampai-sampai selalu dipikirkan dan tidak sanggup berkarya sastra lagi. Begitu kata Iswadi berdiplomatis, ketika saya mendengar kesannya di Lampung Post, Selasa malam kemarin (24/6).

Sampai begitu kagumnya karya sastra yang berbentuk puisi dan pantun yang dibuat para leluhur sastrawan Lampung. Ketika saya mendengarkan kata demi kata, bait demi bait, pembacaannya pun membuat saya kagum. Sastra lama Lampung ternyata memikat untuk dipelajari.

Adalah Udo.Z.Karzi nama pena dari Zulkarnain Zubairi, redaktur Borneo News (group Media Indonesia), berhasil memenangkan Penghargaan Rancage 2008, yang diberikan padanya di Bandung, Sabtu (14/6) lalu. Udo, senior saya di Teknokra biasa memanggilnya demikian, menerbitkan buku Mak Dawah Mak Dibingi. Kumpulan 50 puisi yang dibuatnya sejak tahun 1987-2004. Ngga siang ngga malam, begitu kurang lebih terjemahan dalam bahasa Indonesia judul buku karya Udo itu.

Continue reading “Orang Lampung Akrab dengan Sastra sejak Lahir”

Please follow and like us:

Diundang Acara Bincang IT di LTV

bincang it

Minggu lalu, tepatnya Sabtu malam (19/1) lalu, saya dan teman blog saya, Gery, diundang hadir dalam acara di Lampung TV (LTV). Nama acaranya “Bincang IT” yang disiarkan secara langsung (live) dari studionya. Ketika itu kebetulan acaranya mengangkat tema tentang “Blog”. Mungkin karena saya dan Gery kebetulan blogger asal Lampung ini lumayan nge-blog di dunia maya. Makanya, Pak Budi, pengasuh acara “Bincang IT” di LTV tertarik mengundang kami.

Awalnya, saya kaget mendapat sms dari Gery, kalau blogger Lampung akan diundang pada acara yang disiarkan stasiun TV lokal Lampung ini. Saya jadi bertanya-tanya sendiri. “Kok bisa ya kita diundang?”pikir saya. Oh, saya baru ingat agregator yang kami buat untuk menghimpun seluruh blogger Lampung yang beralamat di: www.seruit.com, jadi perhatian bagi Pak Budi. Ia pernah mengirim pesan di komentar. Pak Budi yang baru saya kenal itu, ternyata seorang pengusaha penjualan komputer yang berkantor di bilangan simpang empat Tugu Gajah, Tanjung Karang, Bandar Lampung.

eriek di ltv

Sebelum siaran, saya dan Gery berpesan kepada Pak Budi agar jangan tanya yang susah-susah. Pak Budi hanya tersenyum. Kami pun tersenyum pula mendakan kami belumlah seperti blogger profesional macam Budi Putra yang punya banyak blog di mana-mana.Ketika masuk ke ruang studio LTV, seketika ruangan yang dingin itu terasa ‘menusuk’ tulang. Saya kedinginan. Bahkan, kaki saya gemetar sendiri. Saya pun mencoba untuk menenangkan diri. Tetap saja kaki saya, saat duduk di kursi di studio itu, kaki saya gemetar tak henti-hentinya. Saya berusaha tetap tenang dan nyaman. Tapi, ada teman yang bilang ke saya sempat melihat saya dari pesawat televisinya, kalau saya tampak tegang. Saya senyum-senyum saja dan bilang ke teman saya,”ya maklum, biasanya meliput sekarang diliput masuk tv pula. hehe..”kata saya.

Saya lupa berapa lama durasi acara Bincang IT yang membahas tentang Blog ini. Kalau tidak salah kira-kira antara 30-45 menit. Itu sudah termasuk bagian iklan saat acara. Di saat iklan itulah ada waktu rileks. Ya, sekedar merapikan baju atau ngobrol sedikit dengan Pak Budi dan Gery. Ketika iklan selesai, dimulai lagi dialog-dialog seputar Blog, manfaatnya, tujuannya, hingga sampai tips dan trik sehat untuk ngeblog.

Tak terasa acara sudah hampir selesai, walaupun seharusnya ada tanya jawab dari penelpon, tapi saluran telepon selalu saja terputus saat telah terhubung. Bahkan, ada penelpon dari luar kota (Lampung Tengah, red) menanyakan acara tersebut (LTV, red).

Mungkin inilah pengalaman ikut dialog siaran langsung di studio televisi LTV. Mungkin benar apa kata teman saya tadi, saya terlihat agak tegang dan kurang santai. Namanya juga baru pertama kali diwawancarai, kan biasanya saya tugasnya mewawancarai. Hehe…

ban motor

Pulang dari acara Bincang IT itu, nasib kurang baik menimpa kami berdua. Ban belakang sepeda motor saya bocor saat hendak pulang. Untung saja ada bengkel tampal ban masih ada yang buka. Maklum malam minggu biasanya masih ramai di pinggiran jalan. Ya, terpaksa harus mendorong si “Legenda Hitam” saya itu hingga ke tukang bengkel.Malam itu sambil menikmati suasana jalan yang ramai oleh pemuda-pemudi yang mengendarai sepeda motor hilir-mudik, Gery sibuk foto-foto. Memang blogger harus jadi narsis ya? Entahlah, sambil terus mendorong sepeda motor saya yang semakin lama makin melelahkan.

Oh ya, terima kasih buat Simon, teman blogger Lampung yang menyempatkan foto dan menonton dari pesawat televisinya ketika kami berdua berada di studio LTV. Saya juga minta izin mempublish lagi dua foto (narsis) melekat di blog saya. Hehe…

Please follow and like us: