Perjuangan Pulang Dikepung Banjir

image
Hujan deras 2-3 jam di Palembang, Minggu (15-3), menyebabkan sejumlah daerah banjir & resepsi nikah terganggu. (Foto: Koran Sripo, Senin (16-3))

Hujan deras pagi hari Minggu kemarin (15-3), sejak pukul 9 sampai pukul 11 lebih, mengakibatkan banjir di sejumlah daerah di Palembang.

Saya dan istri saya pada waktu sebelum hujan turun, sedang berada di Pasar Satelit Sako Palembang. Memang pagi itu awan kelihatan mendung dan hanya rintik-rintik air hujan kecil.

Tiba di pasar, sekitar 15 menit hujan turun derasnya. Saya lagi di toko ikan hias. Sedangkan istri saya di dalam pasar membeli beberapa kebutuhan.

Continue reading “Perjuangan Pulang Dikepung Banjir”

Please follow and like us:

Pergi-Pulang dengan Pesawat Terbang (2)

Soekarno-Hatta International Airport. (sumber foto: wikipedia).

Alhamdulillah pesawat Sriwijaya Air yang saya tumpangi tiba di Soekarno-Hatta International Airport, siang itu dengan lancar dan tidak ada kendala. Turun dari pesawat saya salah satu yang termasuk rombongan terakhir (nasib duduk di dekat jendela biasanya belakangan turun pesawat).

Turun dari pesawat melihat beberapa pesawat yang terparkir membuat saya takjub dan mata tidak hentinya melihat sekeliling lapangan terbang. Sebelum ambil barang dari bagasi pesawat, rasanya kurang “plong” kalau belum singgah ke toilet (hehe). Di tempat pengambilan barang bagasi pesawat, memang sudah tersedia dan ada informasi di layar LCD di tempat tersebut untuk mengambil barang-barang dari Pesawat kode penerbangan “anu”. Tidak lama kira-kira 3-5 menit tiba di sana, saya langsung menemukan satu barang saya berjalan ke arah saya dan langsung saya tangkap untuk dibawa keluar.
Continue reading “Pergi-Pulang dengan Pesawat Terbang (2)”

Please follow and like us:

Jalan-jalan Minggu Pagi “Car Free Day”

image
Mbak Naurah jalan2 pagi

Menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan sungguh menyenangkan. Apalagi kegiatan ini memiliki arti yang sangat berharga dan tidak bisa dinilai dengan sejumlah uang.

Minggu pagi beberapa waktu lalu, saya, ummi dan mbak Naurah pergi jalan-jalan ke Pasar Cinde. Awalnya ingin mencari baling-baling kipas untuk di rumah. Baling-baling yang lama sudah patah dan tidak bisa digunakan lagi. Jadi saya berinisiatif mencari pengganti yang baru (meskipun bukan baru dari pabrikannya) di pasar pagi itu yang banyak jualan barang-barang masih layak pakai.

Continue reading “Jalan-jalan Minggu Pagi “Car Free Day””

Please follow and like us:

Pasar Cinde Kabakaran

kebakaran pasar cinde
Suasana pagi ini (Kamis, 28/3) pascakebakaran di Pasar Cinde. (sumber foto: @Palembang_Kota)

Kabar terjadi kebakaran Pasar Cinde baru saya ketahui tadi pagi (Kamis, 28/3) dari sebuah koran lokal. Koran tersebut menaruhnya pada headline (HL). Membaca judul HL koran tersebut, saya jadi penasaran bagaimana salah satu pasar terbesar di Kota Palembang itu bisa sampai terbakar.

Salah satu koran yang memuat versi onlinenya di sini, lokasi kebakaran dekat dengan Masjid Nurul Khair yang diapit sejumlah rumah toko (ruko). Mungkin orang langsung berasumsi bahwa gedung Pasar Cinde yang terbakar. Padahal di gedung itu menjadi tempat jual-beli sembako, kios kue, pempek, dan masih banyak lagi lainnya.

Kabar terbakarnya Pasar Cinde pada Kamis malam (27/3) itu juga dimuat di media nasional. Sempat pula menjadi perbincangan di salah satu media sosial Twitter dan tidak sedikit mereka memuat foto kebakaran yang termasuk besar ini.  akun twitter @Palembang_Kota memuat foto suasana pagi pascakebakaran di Pasar Cinde.

Continue reading “Pasar Cinde Kabakaran”

Please follow and like us:

Palembang memang Panas, tapi…

Dua ruas jalan di pertigaan Celentang (Jl.Residen H.Abd Rozak, Palembang) digenangi air setinggi betis orang dewasa. Air genangan tersebut akibat hujan deras selama hampir 3 jam mengguyur Palembang.

Akhir-akhir ini cuaca kota Palembang terasa cukup panas. Bayangkan! Siang hari pas matahari di atas kepala, terasa bener-bener panas menyengat kulit dan bikin keringat segede jagung bercucuran. Apalagi saya yang sering beraktivitas di luar rumah. Karena kebetulan pada siang hari itulah jadi terasa tahu rasanya cuaca panas yang sungguh sangat menyengat.

Mengendarai sepeda motor, jaket dan sarung tangan merupakan barang wajib pakai. Jika tidak, kebayang kulit bisa gosong lantaran sinar matahari yang menyengat kulit.

Ini saja sudah dilengkapi jaket dan sarung tangan, tapi di antara ujung jaket dan sarung tangan masih terbuka (kulit terlihat). Jadilah kelihatan belang  di pergelangan tangan, seperti mengenakan gelang hitam. Hehe.

Continue reading “Palembang memang Panas, tapi…”

Please follow and like us:

Terminal Bus dan Retribusi

Jika terminal bus didominasi para penumpang kelas menengah ke bawah, itu sudah maklum. Para penumpang (mungkin) tidak mempersoalkan bagaimana keadaan kondisi terminal bus. Lain pula membandingkan dengan terminal pesawat terbang yang kondisinya (cukup) lumayan baik dan nyaman. Salah satunya yang dirasakan adalah kebersihan.

Keduanya (terminal bus dan terminal penerbangan) sama-sama tempat persinggahan kendaraan umum untuk mengangkut dan menurunkan para penumpang. Namun, sayangnya pengelolaan keduanya sangat jauh berbeda. Mengapa?

Beberapa hari lalu, saya ke sebuah terminal bus di kota Palembang. Saya hendak memesan tiket bus tujuan Sumatera Utara. Tiba di terminal bus tersebut, saya mendapati kondisi jalan masuk ke terminal itu yang rusak parah. Hampir di semua sisi jalan rusak, berlubang, dan digenangi air. Teringat dengan SEA Games XXVI di Palembang, pada November 2011 lalu, memang ada pengabaian dan kurang perhatiannya pemerintah terhadap fasilitas transportasi publik. Ya contohnya terminal yang letaknya kira-kira 10 kilometer dari pusat kota ke arah Indralaya, kabupaten Ogan Ilir itu.

Continue reading “Terminal Bus dan Retribusi”

Please follow and like us:

Jangan Dekati Truk!

Akhir-akhir ini, semakin banyak truk melewati sejumlah ruas jalan raya kota Palembang, Sumatera Selatan. Dari mulai truk pengangkut batubara sampai truk tronton panjang pengangkut peti kemas. Kendaraan bermotor pribadi: mobil dan motor saja sudah banyak, apalagi ditambah hadirnya truk-truk besar dan bermuatan hampir mencapai 40 ton, semakin ramai dan memadati sejumlah ruas jalan kota.

Di satu sisi kehadiran truk-truk tersebut, menunjukkan dinamika perkembangan perekonomian ibukota Sumatera Selatan cukup pesat belakangan ini. Sebagai contoh aset tambang batubara yang diangkut truk-truk besar, itu diangkut dari kabupaten Tanjung Enim, Empat Lawang, dan kabupaten lainnya. Dengan menggunakan sarana jalan, truk-truk yang mengangkut batubara puluhan ton tersebut ke Pelabuhan Tanjung Api-Api. Untuk menuju pelabuhan baru itu, truk-truk harus melalui ruas-ruas jalan kota Palembang.

Continue reading “Jangan Dekati Truk!”

Please follow and like us: