Pendidikan Karakter Anak Tanggung Jawab Orang Tua

image
Pondasi pendidikan pertama anak adalah keluarga. (Foto ilustrasi).

Akhir-akhir ini perilaku anak-anak sekolah tidak santun dan cenderung melawan orangtua. Entah gejala ini dialami hampir seluruh keluarga di Indonesia atau hanya sebagian kecil saja.

Sampai-sampai ada di berita koran, televisi dan online, seorang anak tega membunuh orangtuanya. Astaghfirullah. Naudzubillah. Semoga tindakan biadab seperti itu tidak terjadi pada keluarga kita.

Continue reading “Pendidikan Karakter Anak Tanggung Jawab Orang Tua”

Please follow and like us:

Harapan Publik Kabinet Jokowi Pupus

image

Sejak 20 Oktober 2014 lalu, Joko Widodo dilantik sebagai Presiden dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019, harapan baru publik sekarang adalah menantikan kerja pemerintahan baru Jokowi.

Sudah hampir tiga hari sejak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilantik, belum kelihatan tanda-tanda akan diumumkan nama-nama menterinya. Undang-undang Kementerian memang membatasi sampai 15 hari harus segera diumumkan nama para calon pembantu Presiden Jokowi.

Continue reading “Harapan Publik Kabinet Jokowi Pupus”

Please follow and like us:

Kapan saat yang tepat menulis?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kapan saat yang tepat Anda menulis? Kalau saya menulis memilih pada waktu malam hari. Terserah jam berapa saja. Asalkan belum mengantuk dan tidak kesibukan lainnya. (Lah!? sibuk apaan malam-malam?).

Dulu ketika masih aktif di organisasi pers mahasiswa (namanya “UKPM Teknokra“. UKPM kepanjangan dari Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa), teman-teman mulai dari senior yang ‘menularkan virus’ begadang. Ya, menulis pada waktu malam hari. Ada yang sambil merokok dan minum kopi. Wah!! rasanya punya sensasi berbeda deh!

Meskipun ‘virus’ ini menulari saya, tidak serta ikut tertular dengan merokok. Saya sudah ‘nawaitu’ tidak akan merokok. Entah bagaimana pun mau ditawari rokok jenis apa pun. Kalau kopi, ya bolehlah!! Kopi yang benar-benar telah berhasil ‘meracuni’ saya. Beruntung tidak sampai lebih dari satu gelas sehari.

Continue reading “Kapan saat yang tepat menulis?”

Please follow and like us:

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Semakin Terkenal

 

 

 

 

 

Nama Palembang sering disebut di media massa belakangan ini. Belum lagi di tayangan televisi berita hampir setiap hari menayangkan berita tentang Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang. Jadi semakin terkenallah Wisma atlet yang nantinya digunakan untuk Sea Games XXVI bulan November 2011 mendatang di kota Palembang ini. Tapi sayangnya bukan konsumsi berita yang membanggakan, tapi justru kabar utamanya adalah korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang.

Continue reading “Wisma Atlet Jakabaring Palembang Semakin Terkenal”

Please follow and like us:

Sekarang atau Menunda lagi

Sebuah alasan klasik itu bernama sibuk. Sehingga, waktu luang yang sesungguhnya bisa dimanfaatkan untuk menulis, ternyata tidak bisa memanfaatkan waktu tersebut meskipun hanya beberapa menit saja.

Dalam sebuah tulisan yang pernah saya baca (persisnya saya lupa dimana menemukan tulisan tersebut), saat hampir mengurangi hingga berhenti menulis baik sengaja maupun tidak sengaja, ternyata membuat pikiran jadi pikun. Hal itu benar atau tidak, saya tidak tahu. Tapi, saya sadari bahwa dalam waktu hampir lebih dari lima bulan lamanya saya tidak menulis, rasanya banyak hal yang sering lupa. Apalagi menemukan ide-ide yang baik ditulis, ternyata hilang begitu saja.

Continue reading “Sekarang atau Menunda lagi”

Please follow and like us:

Jurnalis itu Tukang Peras!

Delapan puluh persen wartawan/jurnalis adalah pemeras! Demikian menurut Rosihan Anwar, jurnalis senior tiga jaman (Kompas, 22 Mei 2010).

Barangkali apa yang diungkapkan Rosihan menunjukkan betapa memprihatinkan keadaan dunia wartawan kini yang berprofesi ganda. Tukang peras!

Sayangnya Rosihan tidak menjelaskan lebih banyak soal ini. Busuknya prilaku oknum wartawan yang memeras narasumber, sedikit sekali yang diberitakan di media massa. Seolah narasumber merasa tidak berdaya diancam oknum wartawan dengan cara memberitakan ke medianya. Menyerahkan sejumlah uang kepada oknum wartawan menjadi jalan terakhir itu.

Continue reading “Jurnalis itu Tukang Peras!”

Please follow and like us:

Hidup dan Mati Jurnalis

September 2004 lalu, saya dan teman-teman pers mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Lampung, ikut aksi keprihatinan atas meninggalnya Ersa Siregar, jurnalis RCTI. Ia meninggal dunia dalam tugasnya sebagai jurnalis pada waktu itu konflik di Aceh, 29 Desember 2003 lalu.

Saya dan teman-teman saya yang ikut aksi di depan Bundaran Gajah, Jalan Raden Intan, Bandar Lampung, itu barangkali tak pernah mengenal begitu dekat sosok siapa Ersa Siregar. Tapi, kami berkabung atas kepergiannya. Kami belajar dan menjadi tahu bahwa pekerjaan jurnalis sangat dekat dengan maut ketika meliput di daerah yang sedang konflik senjata. Siapa pun yang berprofesi sebagai jurnalis  (TV, suratkabar, radio, internet, dll), ikut merasa kehilangan pria berusia 52 tahun ini.

Continue reading “Hidup dan Mati Jurnalis”

Please follow and like us:

Menulis untuk Terhindar dari Kepikunan

Demikian kata Marthias Dusky Pandoe, seorang jurnalis yang hidup pada tiga zaman. Pria yang telah berusia 80 tahun ini meluncurkan buku Jernih Melihat Cermat Mencatat.

Mungkin tak banyak sosok jurnalis senior yang dikenal oleh para jurnalis di era kini. Termasuk saya. Saya hanya ingat nama Rosihan Anwar. Sesekali pernah membaca tulisannya di opini media cetak harian tentang Pers.

Sayang sekali jika jurnalis muda tidak banyak belajar dari mereka berdua. Ilmu dan pengalaman mereka tak sebanyak dengan tulisan yang pernah ditulis di surat kabar maupun buku.

Continue reading “Menulis untuk Terhindar dari Kepikunan”

Please follow and like us:

Firewall

SEORANG guru jurnalisme dan sekaligus senior saya dulu pernah bilang (begini kira-kira),”berita dan iklan dipisahkan oleh firewall.” Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, firewall itu tembok api atau pagar api.

Tak bisa dipungkiri rezim kebijakan kantor redaksi di sebuah surat kabar, di tempatnya bekerja kini, tidak bisa mewujudkan seperti apa yang pernah dia katakan seperti di atas. Berita dan iklan di surat kabar itu tidak memiliki (firewall) batas secara tegas yang memisahkannya. Mungkin pembaca surat kabar sudah paham hal itu.

Continue reading “Firewall”

Please follow and like us:

Tepuk Tangan Panggung Sandiwara

“Baik..baik pak ditahan dulu. Kita akan kembali setelah jedah iklan berikut ini,”kata seorang anchor cantik sebuah stasiun televisi berita itu.

Tepuk tangan penonton di sana menggema beberapa saat sebelum sempat berpindah ke tayangan iklan. Debat dan saling ‘memancing’ argumentasi sudah menjadi tontonan publik pada pagi dan malam. Hampir setiap hari.

Narasumber diundang agar berbicara ini dan itu. Bila perlu lawan bicara di studio atau di tempat lain, dibikin ‘panas’. Nah, tugas anchor sebagai ‘kompor’ agar suasana debat menjadi ‘panas’.

Continue reading “Tepuk Tangan Panggung Sandiwara”

Please follow and like us: