4 Tahun Bersama KPAY

image
Tim relawan (cowok) KPAY

Tidak terasa Komunitas Peduli Anak Yatim (KPAY) sudah memasuki usia 4 tahun. Minggu lalu (9/11), KPAY mengadakan acara Milad KPAY ke-4 di Venue Panjat Dinding, Komplek Sport Jakabaring Palembang. Acaranya meriah sekali dan tampak anak-anak yatim senang ikut acara ini karena banyak hadiah doorprize. Tidak hanya anak-anak, ibu mereka pun juga turut kegiatan di acara KPAY ini.

Continue reading “4 Tahun Bersama KPAY”

Please follow and like us:

Begitu Cepat Engkau DipanggilNya

 

 

 

 

 

 

Kira-kira pukul 7 malam, Ahad, 25 September 2011, saya membuka facebook. Saya baca status seorang teman menanyakan ada apa dengan Fityan Firdaus? Sementara ada temannya, menuliskan status Innalillahi wa innailahi raji’un. Tambah terkejut dan semakin penasaran, saya masuk profilnya. Ia meninggal sekitar pukul 6 malam karena sakit pada ususnya di sebuah rumah sakit di Pandeglang, Banten. Sejumlah teman mengucapkan yang sama dan berdo’a semoga amal ibadahnya diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Fityan Firdaus. Sehari-hari saya menyapa dan memanggilnya dengan Fityan. Memang tidak lama saya kenal dengannya, jika dibandingkan dengan teman-teman seangkatannya (tahun 2004) di Jurusan Teknik Elektro. Kira-kira tahun 2008-2009 lalu, ketika itu kami masih dalam satu tim bersama teman-teman di Pusat Komputer Universitas Lampung (Puskom Unila). Bersama teman-teman penghuni Gedung Puskom, merupakan sebuah keluarga besar. Betapa tidak, setiap hari dari pagi, siang, sore sampai malam bertemu mereka terus. Dari sarapan, makan siang, tidur, solat, menitip beli gorengan dan makanan, sampai nonton pun di gedung berlantai tiga itu.

Continue reading “Begitu Cepat Engkau DipanggilNya”

Please follow and like us:

Cerita di Bawah Pohon

Ini bukan cerita di bawah pohon cemara seperti dengung lagu anak-anak naik-naik ke puncak gunung. Bukan itu. Bukan pula cerita luar biasa yang ‘menggemparkan’ dunia pemberitaan media cetak maupun elektronik di tanah air Indonesia. Ah, sebenarnya ini cuma sepotong cerita tidak menarik. Tapi tiba-tiba suara bisikan ‘memerintah’ saya agar menceritakannya.

Matahari sebentar lagi tepat berada di atas kepala. Kira-kira siang itu masih pukul 12 kurang. Sepeda motor berwarna biru tipe bebek diparkir tak jauh dari meja makan sebuah kedai makan. Meja panjang dan beberapa kursi plastik itu berada di luar dan dilindungi oleh pepohonan seakan menjadi atap peneduh buat para pengunjung yang makan di kedai itu.

Ada sekumpulan mahasiswa ngobrol sambil menikmati hidangan makan siang mereka. Kadang-kadang tertawa puas. Sampai-sampai kedua matanya terpejam sendiri. Ada lagi seorang mahasiswa baru tiba ditemani seorang mahasiswi, kemudian menempati tempat duduk sisi kanan. Mereka pesan makan ke penyaji, lalu larut dalam obrolan.

Continue reading “Cerita di Bawah Pohon”

Please follow and like us:

Jablai

Hampir dua bulan lebih saya tidak menulis di sini. Kata beberapa teman menyindir layaknya seperti lagu “Jablai”. Sebuah lagu yang dinyanyikan Titi Kamal untuk film layar lebar yang berjudul “Mendadak Dangdut“. Tapi, “Jablai” pada lagu itu tak ada hubungannya dengan blog. Hanya meminjam istilah “Jablai” yang saya maksudkan di sini sebagai ungkapan sindiran kepada blog yang jarang di-update. Ya, seperti saya ini kawan. Blog saya belum pernah update. Alhamdulillah baru hari ini saya dapat menunaikan ibadah nge-blog (hehe).

Seorang teman yang juga blogger tinggal di Depok, Jawa Barat, sampai-sampai memberi daftar PR untuk saya via chatting Y!M,”Riek, buat PR ya. Biar blog-mu tak jablay. Update dong,”katanya. Saya tersenyum sendiri di depan layar monitor mendapati perhatian atas blog saya yang jablai ini. “Iya,bosyen ih. Update dong. Kayak anak tiri dia,Riek,”ujarnya lagi.

Continue reading “Jablai”

Please follow and like us:

Mengunjungi Taman Kupu-kupu Gita Persada

Berbagai jenis kupu-kupu ada di dalam sebuah penangkaran yang menempati lahan seluas 4,8 Ha di kaki Gunung Betung, Desa Tanjung Manis, Kemiling, Bandar Lampung. Ketika saya datang ke sana, Senin lalu (7/7) bersama teman saya, Arka dan Redha, di depan pintu masuk terbuka, tapi terlihat sepi dan tak ada orang di sana. Setelah masuk ke dalam, saya hanya melihat sebuah motor yang diracik seperti motor cross, bersandar di sebelah pohon.

Sebuah rumah berdinding kayu terlihat masih kokoh. Dari dalam rumah itu baru muncul seseorang. Kang Aseb, biasa dipanggil seperti itu. Ia orang Sunda. Arka mengenalnya sebagai penjaga di sana. Mereka berdua tampak bercakap bahasa Sunda. Tak sepotong kata pun saya mengerti bahasa asal Jawa Barat ini.

Kami bertiga berangkat dengan sepeda motor dari kampus. Saya sendirian, Arka dan Redha berboncengan berdua. Sepanjang jalan di kaki Gunung Betung menuju lokasi ini, udara terasa sejuk meskipun saat itu cuaca sedang cerah. Maklum, ketinggian di lokasi itu 460 meter di atas permukaan laut. Jalan beraspalnya agak sempit dan berliku-liku. Maklum saja jalan di kebanyakan di daerah gunung pasti berliku-liku.

Continue reading “Mengunjungi Taman Kupu-kupu Gita Persada”

Please follow and like us:

Persahabatan Blogger

Anda mungkin sering mendengar pepatah,”Tak Kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.” Lalu, malah ada yang menambahi,”tak cinta maka tak..”(silahkan menambahi titik-titik itu.hehe). Seperti itulah proses bertahap di saat orang mulai saling kenal-mengenal.

Kehadiran banyak teman menjadikan sebuah warna tersendiri untuk bisa saling berbagi bersama-sama. Tidak hanya suka, tapi kehadiran teman bisa mengobati duka. Mereka bisa mengobati menjadi senyum, gembira kembali dalam keceriaan.

Teman yang punya kesamaan hobi macam ngeblog pun belakangan ini sudah banyak. ‘Wadah’ mereka masing-masing mengekspresikan di dalam blog-nya. Menulis. Diskusi di milis. Bercanda. Tukar-pendapat. Padahal, mereka tidak saling bertemu (tatap muka) satu dengan yang lainnya dalam sebuah pertemuan.

Tapi, ketika para blogger yang sering bertemu di dunia maya itu ada keinginan saling bertemu secara langsung (para blogger akrab menyebutnya “kopdar”), mereka pun menggagas bertemu di darat. Bahkan, ada saja blogger dari jauh sekali pun benar-benar niat ingin bertemu. Tentunya tak sekedar bertemu saja, tapi disertai ‘bumbu’ acara makan-makan. Sepertinya sudah lazim ada acara kopdar, pasti ada acara makan-makan.

Continue reading “Persahabatan Blogger”

Please follow and like us:

Sayang Anak

anak kecil

Anak adalah buah hati sang ayah dan ibunya. Kehadirannya menambah kebahagiaan sebuah keluarga. Bahkan ada ungkapan, banyak anak, banyak rezeki. Betulkah? Silahkan Anda menilainya dari sudut pandang dan pengetahuan.

Suatu hari minggu bulan Juni kemarin, tak sengaja melihat seorang anak perempuan di dalam keranjang belanja. Rambutnya yang hitam-lurus diikat. Warna kulitnya putih. Entahlah usianya berapa tahun, saya lupa bertanya kepada anak itu. Keisengan saya tiba. Sebuah kamera digital saya ambil dari tas, lalu bidikan mengarah kepada anak itu. Blitz off. Saya menahan nafas sambil menekan tombol “shutter”, agar ibu, ayuk, kakak, bibik, ncing (entah siapa mereka ya, ibunya anak itu? *penasaran) tidak melihat saya saat memotret anak di dalam keranjang itu.

Yap. Dapat satu foto bagus sore itu, persis tidak jauh setelah pintu masuk utama Palembang Indah Mall (PIM). Kebetulan para nyonya itu sibuk menyaksikan acara Miss XL (eh,kabar teman Wongkito juara gak ya?). Haruskah anak itu ikut menonton apa yang ditonton para nyonya dewasa itu? Mungkin si anak di dalam benak hatinya berkata,”Apa itu? Itu apa?”

Continue reading “Sayang Anak”

Please follow and like us:

Ditraktir

teman-bbs

Senin sore kemarin, kebetulan Johan, Ika, dan Intan mengajak Sony dan saya ke Pizza Hut di Tanjung Karang. Syaratnya, kata Intan, ngga boleh bawa motor. Sejenak bingung. Bengong. Kok ngga boleh bawa motor? Oh, Intan dan Ika juga ngga mau naik motor. Mereka bilang naik angkot saja.

Meskipun ada motor di luar sana sedang terparkir, tapi sore itu tak digunakan. Ya ngga apa-apa. Cuma untuk sore itu saja, ikhlas dan demi traktir ke PH. Johan yang juga punya motor seperti saya. Tapi, tidak ia gunakan. Hanya menambahi gembok di motornya sebelum kami berangkat, jalan kaki ke depan halte Unila, lalu naik angkot ke PH.

Continue reading “Ditraktir”

Please follow and like us:

Memberi Materi Jurnalistik di Fakultas Kedokteran

pelatihan jurnalistik kedokteran unila

Dari judul yang saya buat di atas cukup panjang. Padahal, saya suka memberi judul posting di blog dengan yang pendek dan singkat. Tapi, ya ngga apa-apa. Sebuah judul tulisan mewakili isi keseluruhan tulisan. Sesekali saja.

Sabtu siang kemarin (24/5), saya diminta Exsa untuk mengisi pelatihan jurnalistik untuk teman-teman persiapan Fakultas Kedokteran Unila. Saya memberi materi pengenalan jurnalistik dan dapur redaksi. Ada delapan mahasiswa yang ikut kelas pelatihan yang saya ampuh ini. Lima cewek dan tiga cowok. Satu lagi Exsa, senior mereka dan juga pernah di BEM FK Unila.

Awalnya saya diminta Exsa untuk membimbing adik-adik tingkat mereka (angkatan 2006,red) untuk membentuk sebuah lembaga pers mahasiswa (LPM) di fakultas mereka. Saya menyambutnya positif dan mendukungnya. Berarti akan bertambah LPM fakultas di FK. Setidaknya saya pernah bilang ke Exsa, masing-masing fakultas memiliki kekhasan dalam menyajikan medianya untuk teman-teman di fakultasnya. Karena segmentasi mereka terbatas di fakultas masing-masing.

Continue reading “Memberi Materi Jurnalistik di Fakultas Kedokteran”

Please follow and like us:

Rally Photo Teknokra 2008

foto bersama rally photo teknokra

A Picture more than a thousand word“. Begitulah kata Pak Reinhard Hutagaol seorang polisi dan juga blogger yang kini bertugas di Darfur, Sudan untuk selama satu tahun ke depan dalam misi UNAMID. Sebuah foto memiliki banyak kata-kata yang bisa menjadi sebuah kisah. Banyak makna di dalamnya. Ada kenangan yang tersirat bagi yang berkesan. Sebuah foto membekas dan akan selalu dikenang dan selalu akan diceritakan.

Minggu pagi kemarin (19/5), saya diundang adek-adek junior Unit Kegiatan Penerbitan Mahasiswa (UKPM) Teknokra untuk hadir di acara mereka. Rally Photo. Kalau mendengar kata “rally” seperti membayangkan sedang akan melihat sebuah pertandingan adu balap motor atau mobil. Tapi ini tidak seperti yang kita bayangkan. Acara yang mereka usung ini murni tak melibatkan kendaraan bermotor. Cukup menggunakan kamera.

Continue reading “Rally Photo Teknokra 2008”

Please follow and like us: