Nomat, Nobar dan No money


Hari senin adalah waktu yang sering ditunggu-tunggu sebagian orang untuk menonton bioskop 21 kesayangannya. Apalagi buat mereka yang kebanyakan usia remaja memanfaatkan hari itu saat yang tepat buat nonton hemat atau singkatnya nomat film-film yang sedang lagi populer. Macam film Superman Return yang baru saja mulai tayang sejak 29 Juni lalu.

Tentu saja hari senin, malam ini (3/7) dimanfaatkan betul oleh teman-teman saya yang kegirangan datangnya film si manusia baja itu. Mumpung murah, cuma Rp12.500 per tiket sekali tayang film, bisa nonton sepuasnya dengan tampilan layar lebar dan suara yang menggelegar aula studio, seperti sungguhan.

Teman-teman yang sejak seminggu lalu sebenarnya sudah membahas film Superman Returns dari internet. Nah, tepat datangnya momen tayangnya film si manusia super itu di bioskop 21 Artomoto, mereka: Padli, Rio, Hendy, Iskandar, Rikhe, Diova, Anas, dan menyusul Linda dengan ehm…ehm…nya. Pikir saya demam film Superman ini karena sebelumnya sudah ditulari film Smallvile, yang sering diputar di pojok PKM bersama teman-teman sambil menikmati malam demi malam yang sunyi. Kedua kisah dari dua film itu hampir mirip. Cuma bedanya, Smallvile dibuat berseri sebanyak lima sesion. Saya mengikuti dari awal film ini hingga sekarang belum menuntaskan perjalanan Clark Kent hingga menjadi Superman sungguhan. Ia masih bocah SMU Smallvile.

Ketidakikuan saya dengan teman-teman nomat dan nobar bukan tanpa alasan. Klasik, duit di kantong rasanya sayang sekali dikeluarkan hanya untuk sekali nonton selama kurang dari dua jam lamanya. Padahal, sebelumnya saya pernah ikut nomat dan nobar dengan teman-teman. Filmnya bagus ketika itu (Harry Potter,red). Sekali nonton cukup buat saya saat itu. Tapi, ketika ada muncul film terbaru lagi, rasanya seperti candu dan ingin menonton. Yah, keluar duit lagi donk pikir saya. Bukan pelit, tapi buat kebutuhan lain yang saya perlukan mungkin saja tidak terduga.

Film-film yang ditayangkan bioskop kadang bisa membuat obat hiburan tersendiri bagi yang menontonnya. Apalagi yang sudah cukup sering pergi menonton ke bioskop. Entah tidak terlalu memikirkan film itu jelek atau bagus, yang penting selera menonton sudah terpenuhi. Buat saya urusan menonton film mengikuti selera pasar saja. Kalau ada teman yang baik hati membawakan film2 dalam bentuk CD dan nobar di pojok PKM, boleh jadi ikutan mumpung gratis. Tapi, kalau sedang pengen pinjam film terbaru, kadang menyisihkan uang sekadarnya buat tambah ongkos pinjam. Dari nobar inilah saatnya berseru-seru!

Politik Mahasiswa dan Anggota DPRD

Mencermati politik mahasiswa di kampus saya, Universitas Lampung (Unila) akhir-akhir ini, bikin saya tertarik untuk lebih mendalaminya. Mengapa? Tahun 2006 ini bisa saya sebut tahun gejolak mahasiswa Unila lebih berani dan menunjukkan semangat heroiknya. Memang tidak semua mahasiswa, tapi setidaknya sejumlah mahasiswa Unila yang punya kepentingan di sana untuk menduduki posisi tertentu. Atau saya punya penilaian mereka ingin pemerintahan mahasiswa atau Students Government berbeda dari tahun sebelumnya. Konstitusi baru, Konstitusi Keluarga Besar Mahasiswa Unila Tahun 2005. Ada aturan tentang Partai Mahasiswa di dalamnya.

Tentu saja perjalanan Students Government Unila satu tahun kemarin tidak dapat berjalan secara legitimasi. Tidak semua Lembaga Kemahasiswaan Unila mengakui konstitusi itu sebagai dasar hukum yang sah untuk dijadikan landasan berpijak bagi mereka yang menolaknya. Misalnya, BEM FISIP dan FH tidak menggunakan konstitusi itu dalam melaksanakan aktivitas kelembagaannya. Mereka menilai konstitusi itu tidak disah karena rektor Unila, sebagai pemimpin tertinggi universitas tidak pernah menandatangani Konstitusi 2005 itu. Justru Konstitusi yang masih berlaku dan relevan digunakan adalah Konstitusi amandemen 2003.

Ketika saya menemui Rektor Unila Prof Dr Ir Muhajir Utomo MSc di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, ia tetap tidak akan menandatangani konstitusi yang dibuat Majelis Permusyawaratan Mahasiswa. Alasannya, ia tidak menginginkan adanya pasal yang mengatur tentang Partai Mahasiswa di Unila. “Kalau ada partai mahasiswa, bisa jadi nanti ada perpecahan dan unsur kepentingan dari parpol akan masuk ke dalam kampus,” kata Muhajir kepada saya.

Saya bisa memahami argumennya. Tapi, saya belum paham dengan kebijakan Muhajir dengan mengeluarkan Surat Edaran yang isinya agar semua LK di Unila tidak mengikuti konstitusi yang mengatur tentang Parma. Apa apa ini? Rektor telah turut campur kepentingan dan urusan mahasiswa? Jelas-jelas ia punya kepentingan mengambil sikap di dalam Students Government milik mahasiswa Unila. Kemudian sejumlah mahasiswa bereaksi dengan keputusan sepihak dari rektor sendiri. Mahasiswa menganggap, rektorat melakukan intervensi terhadap mahasiswa.

Di lingkungan kampus, saya bisa membaca peta kepentingan politik dari para elite mahasiswa mulai dari tingkat fakultas sampai universitas. Ada yang pro dan juga ada yang kontra dengan Konstitusi 2005. Saya kira itulah dinamika kampus belakangan ini. Tidak ada yang menyangka proses menuju kata mufakat sangat sulit disatukan.

***
Di DPRD Lampung, hal yang sama terjadi seperti di atas, tarik-menarik kepantingan kelompok. Bedanya, DPRD hampir satu tahun terakhir ini seperti perang dingin dengan eksekutif (gubernur,red). Awalnya terjadi ketika Mahkamah Agung mengabulkan putusan tentang Alzier sebagai gubernur terpilih pada tahun 2002 lalu. Namun, sayangnya keputusan itu tidak membuat jatuhnya Gubernur Sjachroedin ZP yang saat ini masih memimpin Provinsi Lampung. Tentu saja sejak saat itu membuat terpecahnya menjadi dua kelompok di DPRD Lampung. Kelompok yang pertama tidak mengakui lagi eksistensi Gubernur Sjachroedin ZP, serta tidak bersedia bekerjasama lagi dan meminta Sjachroedin agar mundur. Dan berikutnya kelompok kedua masih tetap mengakui Gubernur Sjachroedin adalah gubernur Lampung yang masih sah hingga saat ini.

Secara tidak langsung, kenyataannya konflik politik Lampung membuat banyak masyarakat menjadi tidak simpatik lagi. Bukannya wakil rakyat memperhatikan rakyatnya, justru yang terjadi perseteruan yang tidak menemukan jalan penyelesaiannya. Masing-masing merasa benar dengan pendiriannya. Sikap legowo tak ada lagi. Itulah para wakil rakyat dan pemimpin kita.

Detik-Detik PON Palembang

Waw…untuk yang pertama kali posting awal bulan September ini. Bulan kemaren (Agustus-red), cuma beberapa aja. Emang sich…ngga intens banget ngisi blog. Apalagi setiap hari posting up-to date. Fantastis dech yang bisa ngelakuin itu. Hehe….itu (posting-red) tergantung budget sendiri. Ngga mungkin kan dapetin akses full internet ngebut dan gratis lagi tanpa putus di rumah. Gile aje!! Gua mau banget bisa dapetin fasilitas yang kayak itu buat di rumah. Apalagi di kostan. Wuuihhh….bakal ngga inget mandi, gosok gigi, BAB, lupa makan, cuma gara-gara akses internet yang duduk di depan monitor dan jari-jari manis yang lincah.



Nah…giliran PON yang bentar lagi mo digelar oleh WOngkito. Sebenarnya sih besok (2/09) pas malamnya yang boleh dibilang spektakuler. Bakal ada pertunjukkan rocketman dari AS, luncuran kembang api, serta acara pembukaan yang akan dihadiri oleh presiden Megawati Sukarno Putri. Juga ngga kalah menariknya MC yang akan dipandu oleh artis yang kini telah terkenal dan sering dilihat pada layar kaca keluarga, kelahiran Palembang. Siapa lagi klo bukan Helmy Yahya. Udah pasti kenal kan???



Duuhhh….dah jam 22 lewat 16 menit nih di layar komputer Media Center, Jakabaring. Tempat mangkalnya para wartawan yang telah memperoleh data atau hasil perolehan medali dari semua cabang yang dipertandingkan. Euuhh…..bersama-sama para wartawan seluruh Indonesia seneng banget. Cari kenalan dengan media-media yang udah ‘sip.’ Siapa tahu, setelah hengkang dari Unila bisa diterima kerja di media itu. Who Knows??? Do’a kan saja lah…..



Gimana yach….mo pulang ke rumah apa ngga??? Semakin malam di sini semakin sepi. Para wartawan satu per satu pulang ke kamp, eehhh….bukan sih. Maksudnya, hunian bagi atlet dan officialnya. Tempatnya masih satu lokasi di Jakabaring. Jangan coba-coba mo jalan kaki, kalo ngga mau pegel. Di sini, ke tempat arena pertandingan satu ke pertandingan cabang olahraga lainnya sangat jauh. Lebih baik sewa mobil atau naek aja bajaj made in India. Katanya sich lebih ‘mantap’ daripada bajaj yang di ibukota DKI. coba aja deh….

Akhirnya Kembali

Euy….dah lama ngga ngisi Blog. Bukannya malas, tapi karena sibuk dengan urusan laennya. Yah..kuliah. Oh ya, Aku udah mulai menikmati kuliah. Gimana rasanya kalau meninggalkan sesuatu yang sudah lama, pasti akan muncul kerinduan. Hehehe…bukan Rindu AFI cing. Serasa seperti terlahir sebagai mahasiswa beneran. Dulunya ngga bagus-bagus amat. Maksudnya, yah…untuk bicara di depan temen-temen di kelas udah dag-dig-dug nih jantung. Berdebar-debar. Ngga pe-de. Kayaknya ngga ngga bisa. Dan segala macam gelisah-gelisah yang dirasakan waktu itu.



Gimana yah…rasanya seseorang secara tiba-tiba berada pada status/kelompok orang yang dipandang dan dikagumi para fans. Dari yang usianya belum bisa berjalan mulus sampai kakek-nenek ikutan nge-fans dengan seseorang di golongan elite itu. Seperti aritis atau birokrat yang sering muncul di media massa.

SBY dan Mega

Setelah kejadian Bom meledak di KPU Jakarta Senin siang kemaren, membayangi peristiwa yang sama pernah terjadi ketika BOM Bali meledak dua tahun lalu. Bedanya mungkin muatan politik yang saat ini sedang panas-panasnya dari kubu SBY dan Mega. Entahlah, siapa yang akan menjadi presiden ke enam RI nanti. Terus terang, saya kecewa dengan tidak terpilihnya Amien. Apalagi tidak bisa masuk dalam putaran kedua pemlu presiden. Apakah rakyat Indonedia masih punya cara pandang sendiri dengan mengedepankan emosional ketimbang akal yang rasional?? Saya tidak tahu.

 

Yah, siapa pun yang terpilih nanti menjadi presiden, hanya bisa berharap menepati janji-janji kepada rakyat ketika kampanye mereka. Karena janji itu adalah hutang yang harus dibayar. Rakyat ini makin kritis. Sedikit saja kesalahan yang dilakukan para eksekutif, maka tidak segan-segan lagi untuk turun ke jalan sambil berorasi mengemukakan pendapat mereka tentang kepemimpinan mereka.

Unila Ngga Gelap lagi

Akhirnya, setelah sekian lama Unila pada malam hari disinari lampu apa adanya, kini hampir tempat2 yang gelap terpasang lampu jalan. Kalo mo tahu kampus Unila malam hari kayak mana, datang aja sekitar jam 11 malam ke atas. Wuuiiihhh….sepi banget. Begitu juga di sekitar halte-nya. Sebelum diterangi lampu jalan, di tempat itu sering jadi tempat singgah sepasang kekasih sedang……

 

Indah banget saat malam semakin larut di kampus Unila. Adem. Hening. Sering kali jalan-jalan di sekitar bundaran air mancur yang tidak jauh dari halte angkot untuk menyegarkan pikiran yang lelah nulis di depan komputer. Kadang salat Isya di Masjid Al Wasi’i pas larut malam. Beberapa mahasiswa biasa ditemui di situ sedang tidur nyenyak. Mungkin mereka selesai rapat, sehingga kelelahan.

 

Suasana seperti inilah yang belum pernah aku rasakan sebelumnya waktu masih tinggal dengan ortu di kota Palembang. Bedanya, kebersamaan dengan temen2 begadang di pojok PKM. Melakukan pekerjaan yang belum diselesaikan saat pagi hari. Tulisan-tulisan yang belum selesai karena alasan-alasan klasik-malas ini yang membuat jadi lama. Aahh…kapan mau majunya kalo begini terus. Sedangkan temen-temen kampus lain bisa lebih giat dan ‘gila’ lagi. Kenapa kita tidak bisa lebih baik dari mereka?

Kita buktikan saja nanti…..

Posting Perdana

 

 

 

 

 

Hari ini adalah posting saya pertama di blog. Sebetulnya sudah lama ingin mempunyai blog sendiri. Karena ketidaktahuan ilmu per-blog-an, maka sebenarnya cukup banyak ketinggalan sesuatu yang seharusnya bisa ditulis ke dalam blog.

Secara sederhana yang saya ketahui tentang blog adalah seperti kumpulan tulisan sehari-hari. Lebih mudahya disebut buku diary. Sejak jaman SMP dan SMA, tentu sudah tahu apa itu buku diary. Saya pikir buku diary ini hanya diisi oleh orang yang banyak curhat dan tidak penting dibaca orang lain.

Namun seiring perkembangan teknologi informasi, anggapan orang dan saya terhadap aktifitas menulis diary, sudah berubah lebih positif. Bahkan, saya lebih setuju menulis diary (biasanya menulis tangan) pindah menulis blog. Selain karena bisa dibaca orang di seluruh dunia dan syarat ketentuan berlaku (akses internet), tulisan tetap tersimpan selamanya. Asalkan server penyimpanan layanan blog (terutama yang gratis) tidak bangkrut atau tutup.

Jadi, manfaat ngeblog sangat baik sekali. Salah satunya melatih secara terus-menerus menulis. Dengan demikian, kita tahu sejauh mana kemampuan menulis kita berkembang. Selain itu, menulis blog dengan rutin (apalagi setiap hari), tanpa terasa kita telah membuat catatan sejarah kita sendiri. Kita bisa menilai dan mengoreksi sendiri apa yang kita lakukan 1 tahun lalu, untuk merencanakan 1 tahun ke depan.

Semoga menulis blog ini bermanfaat buat saya dan pembaca yang sempat mampir ke blog saya.

Saturday Night

Judul di atas pasti sudah tahu dan terbayang apa yang dilakukan kebanyakan para cowok atau cewek. Tentu saja pergi jalan-jalan. BIsa dengan teman-teman atau pacar sekalipun (bagi yang udah punya-red).

 

Terus terang aku belum punya. Hehehhe…..(ngga ada promosi sgala-red). Yach…..fun-fun aja. Ngga melulu cowok itu harus punya pacar kan??? Maksudnya jomblo gituh lho……

Kebanyakan kalo udah pacaran, lupa dengan teman2nya. lupa dengan segalanya. Serasa berdua aja di negeri ini. Ciiiieee…..yang udah punya pacar ngerasa begitu ngga???

 

Mungkin entah nanti gua ditakdirin langsung milih dan nikah tanpa pacaran lagi. Siapa tahu…….siapa yang bisa menduga demikian. Mudah2an dapet yang cantik, baek hati, lumayan kaya lah, dan mau terima apa adanya gua. Weleh…..weleh…….

Gimana sich komputer ini…??

Dulu sekitar awal2 tahun 2001, komputer-komputer jenis desktop mangalami perkembangan yang signifikan. Komputer yang berbasis Pentium III meningkat menjadi Pentium IV. Waaahhh….untungnya dulu belum sempet beli komputer yg P III. Kalo udah beli, ngga kebayang nanti betapa kecewanya setelah mendengar telah diluncurkan  New P IV.

Sekarang syukur Alhamdulillah udah punya P IV di rumahku (Palembang-red). Yang sering pake justru si Mbak-ku itu. Kalo sedang di rumah, yang sering pake baru aku. Full time. Hehehehe….otoriter isch ngga. Kan namanya kangen, jadi terus-terusan digunain ngga kerasa. Biasanya aku pake komputer di rumah pas lagi liburan kuliah itu cuma nge-game sama ngoprek-ngoprek program PHP dan MySQL. Ngga jago banget sich dengan prog Web itu. Yachh…..namanya jg belajar. Siapa tahu pelan2 bisa dengan sendirinya.

Gua paling sebel banget klo komputer di Teknokra itu sering rusak. Rusaknya itu kebanyakan pada Power supply-nya. Selain itu jarang. Kenapa yach??? Padahal, listrik di Gedung PKM itu ngga ada masalah. Udah tiga komputer yang harus diganti Power Supply-nya. Hehehe….jadi teknisi komputer beneran akhirnya. Lumayan jugalah buat belajar2. Kadang2 diminta tolong temen benerin komputernya. Seneng bisa dipercaya gituh. Kayaknya karya kita itu bagus atau ngga asalkan udah berusaha, mudah2an dihargai orang. Ada nilai2 filosofi tersendiri di situ.