Pasar Cinde Kabakaran

kebakaran pasar cinde
Suasana pagi ini (Kamis, 28/3) pascakebakaran di Pasar Cinde. (sumber foto: @Palembang_Kota)

Kabar terjadi kebakaran Pasar Cinde baru saya ketahui tadi pagi (Kamis, 28/3) dari sebuah koran lokal. Koran tersebut menaruhnya pada headline (HL). Membaca judul HL koran tersebut, saya jadi penasaran bagaimana salah satu pasar terbesar di Kota Palembang itu bisa sampai terbakar.

Salah satu koran yang memuat versi onlinenya di sini, lokasi kebakaran dekat dengan Masjid Nurul Khair yang diapit sejumlah rumah toko (ruko). Mungkin orang langsung berasumsi bahwa gedung Pasar Cinde yang terbakar. Padahal di gedung itu menjadi tempat jual-beli sembako, kios kue, pempek, dan masih banyak lagi lainnya.

Kabar terbakarnya Pasar Cinde pada Kamis malam (27/3) itu juga dimuat di media nasional. Sempat pula menjadi perbincangan di salah satu media sosial Twitter dan tidak sedikit mereka memuat foto kebakaran yang termasuk besar ini.  akun twitter @Palembang_Kota memuat foto suasana pagi pascakebakaran di Pasar Cinde.

Continue reading “Pasar Cinde Kabakaran”

Please follow and like us:

Kabut Asap Menyelimuti Palembang

Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang, telah mengganggu pernafasan. Masih jarang orang menggunakan masker untuk meminimalkan efek buruk kabut asap. (Foto di Jl.Residen H.Abdul Rozak), Sabtu (15/9).

Kira-kira sudah hampir satu pekan ini, kabut asap telah menyelimuti kota Palembang. Asap bercampur kabut setiap pagi sangat mengganggu pernafasan. Biasanya setiap pagi (sebelum matahari terbit) bisa merasakan sejuknya udara, tapi untuk sekarang tidak bisa diharapkan. Apalagi untuk orang yang hobi olahraga jogging dan jalan kaki setiap pagi.

Saya dan istri saya biasanya keluar jalan-jalan pagi. Tapi, itu rutinitas pagi yang dulu sebelum akhir-akhir ini asap kabut kebakaran hutan. Padahal jalan-jalan pagi itu bikin sehat. Kalau biasanya setiap bangun tidur, terus solat subuh, dan tidur lagi, itu malah bikin malas. Pengalaman saya juga itu. hehe.

Continue reading “Kabut Asap Menyelimuti Palembang”

Please follow and like us: