Cerita Pesta Blogger 2008 yang ‘Basbang’

tertidur1

Seorang pria berkacamata duduk santai. Matanya sayu dan mengantuk. Ia menatap panggung dari kejauhan di deretan bangku lantai dua Auditorium Gedung BPPT II 3rd floor. Acara belum juga dimulai. Pria yang mengenakan kemeja biru ini pelan-pelan memejamkan mata ketika acara baru dibuka, sampai kemudian pada acara diskusi yang dimoderatori Enda Nasution. Ia tertidur. Bahkan ketika tidur, difoto seorang paparazi. Pria yang tertidur itu adalah saya sendiri 🙂

Pagi menjelang siang itu (Sabtu, 22/11) tampak keriuhan orang-orang di sekeliling. Mereka ada yang berfoto-foto dengan sejuta aksi ‘narsis’ dan ada pula yang asik ngobrol satu dengan yang lainnya. Singkat kata, mereka adalah para blogger dari seluruh Indonesia yang datang di acara Pesta Blogger 2008. Cerita dari Pesta Blogger 2008 ini membawa kisah bagi para blogger setelah kembali pulang ke rumah.

Continue reading “Cerita Pesta Blogger 2008 yang ‘Basbang’”

Please follow and like us:

Menempuh 226 Km Menuju Pesta Blogger 2008

selamat-datang-di-pelabuhan-merak

Nekat! Ya boleh dibilang begitu oleh teman-teman saya. Saya berangkat ke Jakarta mengendari sepeda motor menempuh +/- 226 Km dari Bandarlampung untuk menghadiri Pestablogger 2008. Sisa perjalanan berikutnya dilanjutkan oleh pak supir kapal (nahkoda) penyeberangan Bakauheni-Merak. Entah berapa panjang jalan kapal itu.

Saya menikmati setiap perjalanan saya yang sunyi nan sendiri. Kadang-kadang melewati suatu wilayah yang kanan-kiri terdapat semak belukar. Pepohonan hijau yang masih rindang. Memacu si legenda hitam 60-80 Km/jam sudah cukup cepat untuk kelas newbie seperti saya. Saya tak berani menggeber lebih dari itu. Takut mesinnya ‘rontok’ atau tiba-tiba ada kerusakan yang tidak saya duga sebelumnya. Menyusuri jalan beraspal yang terkadang mulus dan rata, tak jarang pula spontan kaget tiba-tiba melewati lubang yang bikin jantung dagdigdug karena khawatir terjatuh dan mecenderai diri saya sendiri. Alhamdulillah selama perjalanan tidak terjadi kendala.

Meskipun banyak motor bisa melaju dengan cepat mendahului saya, tak membuat ikut-ikutan seperti mereka. Gila deh! Mereka itu bisa menggeber motornya bisa sampai 100 Km/jam. Gimana rasanya meluncur dengan kecepatan itu? Yang pasti dan saya yakin motor itu pasti tidak stabil. Atau jika motor tipe kelas >150cc (bukan tipe bebek) mungkin masih bisa stabil. Kalau saya tak berani memacu kecepatan sampai segitu. Tapi, pernah mengendarai mobil dengan kecepatan segitu masih berani, tapi masih sedikit was-was dengan mata menatap arah depan dan tidak berkedip sekali pun. Melotot! Hehehe…

Continue reading “Menempuh 226 Km Menuju Pesta Blogger 2008”

Please follow and like us: